Perjuangan Balita 2 Tahun di Aceh Melawan Penyakit Jantung Bocor

AGEN TOGEL TERPECAYA .

Putra Andrian, bocah laki-laki itu, duduk di atas pangkuan ibunya. Mengenakan kaos oblong merah, dia menatap halaman rumah. Tatapannya kosong, sesekali melihat sang ibu lalu merebahkan badannya.

Umur Putra baru beranjak 2 tahun. Ia tak seberuntung anak lainnya yang dapat menikmati masa bermain dengan gembira karena penyakit jantung bocor yang dideritanya sejak setahun terakhir.

Gejala batuk, demam, sesak nafas, menjadi keluhan awal yang dideritanya. Berat badan Putra sempat turun mencapai 0,5 kilogram. Bahkan anak dari pasangan Faisal dan Nurbaidah itu perutnya tampak mulai membuncit.

Putra sempat dibawa ke Rumah Sakit Teungku Peukan Aceh Barat Daya, Aceh. Tetapi dokter yang menanganinya meminta untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerag Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Faisal, sang Ayah, berprofesi sebagai seorang nelayan, warga Desa Ladang, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya). Sementara Nurbaidah seorang ibu rumah tangga. Mereka tergolong sebagai warga kurang mampu di desa setempat. Keluarga ini tinggal di rumah peninggalan orang tua lantaran belum memiliki rumah sendiri.

Sebagai seorang nelayan yang mencari nafkah di tengah laut, saban hari Faisal harus bertarung melewati gelombang, angin kencang, hingga badai. Semua itu dilaluinya agar dapat membawa pulang ikan hasil tangkapannya.

Faisah telah lama memimpikan putranya agar bisa sembuh kembali, normal seperti anak lainnya. Namun persoalan biaya menjadi hambatan bagi Faisal untuk membawa anaknya berobat ke Banda Aceh.

“Sempat beberapa kali bawa ke sana (Banda Aceh) tapi sekarang karena faktor ekonomi yang tidak mencukupi selain untuk biaya pengobatan juga kebutuhan makan sehari-hari,” kata Faisal kepada kumparan (kumparan.com), Jumat (12/1).

Sementara itu, Nurbaidah mengharapkan anaknya bisa sembuh dan normal kembali seperti anak seusianya. Selama menderita penyakit jantung bocor aktivitas bermain Putra hanya di rumah bersama sang ibu.

“Ingin melihat Putra bisa sekolah, bermain, dan mengaji seperti anak lainnya,” ucap sang Ibu menangis.

Lembaga Kemanusian Blood For Life Foundation (BFLF) kabupaten setempat, berencana akan mendampingi Putra selama proses pengobatan. Ketua BFLF Nasruddin Oos, mengatakan usai anggotanya berkunjung ke rumah Putra mereka akan melakukan aksi galang dana untuk membantu biaya pengobatan.

“Setelah berkunjung dan melihat kondisi Putra, kita berencana untuk melakukan aksi galang dana. Karena melihat faktor ekonomi kedua orang tuanya yang memang keluarga kurang mampu,” katanya.

Nasruddin menjelaskan, bentuk aksi galang dana itu nantinya akan dilakukan melalui berbagai macam bentuk. Mulai dari turun ke jalan, menyebarkan di media sosial, hingga meminta bantuan ke pemerintah terkait di kabupaten setempat.

“Sayang kalau melihat Putra yang masih kecil sudah menderita penyakit seperti ini. Ia juga butuh pendidikan dan bermain layaknya anak-anak lain. Kita akan usaha semampu mungkin untuk membantunya,” ujar Nasruddin.

Bagi Anda yang membutuhkan informasi lebih lengkap dapat menghubungi BFLF Aceh Barat Daya Peduli.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*