Seminggu Sebelum Membantai Satu Keluarga di Aceh, Pria Ini Sempat Unggah Status Bernada Ancaman!

AGEN TOGEL TERPERCAYA ,

Pada hari Senin (8/1/2018) kemarin, warga sekitar Gempong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh mencium bau tak sedap dari salah satu rumah toko.

Warga menemukan tiga jenazah yang dibunuh secara sadis dan bersimbah darah.

Akhirnya, warga pun melaporkan hal tersebut pada pihak berwajib.

Diketahui ketiga jenazah tersebut bernama Callietos NG (8), Tjisun (45), dan Minarni (40).

Tribun Aceh/ Foto korban ()

Ketiganya ditemukan dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Minarni, sang istri, ditemukan di ruang tengah dengan kondisi mayat telanjang bulat dan luka bekas cekikan di leher.

Callietos, sang anak, juga ditemukan di ruang tengah dengan kondisi kepala terpisah dengan badan diduga karena bekas bacokan.

Sementara Tjisun (45), sang suami, ditemukan di kamar mandi dengan kondisi telungkup dan kepala hampir putus diduga karena bekas bacokan.

Polisi pun akhirnya bergerak cepat untuk mencari dan mengejar pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Diketahui pelaku adalah seorang pemuda asal Dusun Kulam Beude, Gampong Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya berinisial IW (22).

Setelah melakukan pembantaian tersebut, IW langsung kabur menggunakan sepeda motor Honda Scoopuy BL 4369 milik salah satu korban.

IW bersama temannya yang bernama Safrizal (43) diciduk di bandara internasional Kualanamu, Medan, pada hari Rabu (10/1/2018) kemarin.

Pelaku ditangkap dengan melibatkan tim satuan reskrim Polresta Banda Aceh bersama personel Jatanras Polda Aceh dan personel Polres Deli Serdang, Sumut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar SH dalam konferensi pers di Polresta Banda Aceh, Kamis (11/1/2018) sore mengatakan bahwa hanya IW yang dijadikan tersangka dalam pembunuhan sadis tersebut.

Mengenai penangkapan Safrizal, Misbahul mengaku itu hanyalah kesalahpahaman semata.

Mengingat Safrizal sedang bersama pelaku pada saat dilakukan penangkapan di Bandara Kualanamu Rabu kemarin.

Karena itu, mau tak mau Safrizal pun juga harus diberangkatkan ke Polresta Banda Aceh untuk dimintai keterangan terkait keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Beberapa hari kemudian, Safrizal pun dibebaskan.

Dalam konferensi pers tersebut, terungkap juga motif di balik pembunuhan horor itu.

Rupanya pelaku sakit hati terhadap korban karena sering dimarahi dan dicaci maki.

IW akhirnya jadi gelap mata dan membunuh korban dan keluarganya secara tragis.

Tribunstyle melansir dari Serambi Aceh (12/1/2018), “Tersangka mengaku kepada petugas, tidak tahan dengan kata-kata kasar serta makian yang dilontarkan oleh korban,” kata Kabid Humas Polda Aceh.

Terungkap fakta juga bahwa pelaku merupakan sopir angkutan di usaha milik korban Tjisun.

Setelah melakukan penelusuran, akhirnya ditemukanlah akun Facebook yang diduga milik pelaku, IW.

Seminggu sebelum pembunuhan sadis ini terjadi, atau pada tanggal 1 Januari 2018, akun tersebut mengunggah sebuah foto hitam-putih dan keterangan bernada ancaman.

Facebook ()

“Aku bisa menjadi Teman Yg Baik, Sahabat Yg Baik, Pacar Yg Baik, Bahkan Musuh Yg Paling BERBAHAYA…
Tergantung Bagaimana Caramu….. memperlakukan Ku…!” tulisnya dalam keterangan foto.

Banyak pihak yang menduga pembunuhan tersebut sudah direncanakan dari beberapa hari sebelumnya.

Namun, tidak ada keterangan pasti perihal dugaan itu

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*